Krimer merupakan bahan campuran yang biasa ditambahkan dalam minuman kopi, teh, cokelat, dan lainnya. Produk ini dapat menjadi alternatif susu atau mengurangi jumlah susu dalam minuman tersebut.

Bahan baku krimer bisa berasal dari susu (dairy) atau bahan nabati yang tidak menggandung lemak hewani (non-dairy). Bagaimana dengan proses pembuatan krimer hingga menjadi bubuk yang siap pakai? Berikut penjelasannya.

Pemilihan Bahan Baku Krimer yang Tepat

Krimer terbuat dari campuran beberapa bahan yang dipilih dengan takaran tepat untuk menghasilkan krimer berkualitas. Bahan utama dalam pembuatan krimer adalah lemak susu atau lemak nabati.

  1. Lemak Susu atau Lemak Nabati

Pada produk non-dairy creamer, lemak nabati digunakan untuk menggantikan lemak susu. Sumber lemak nabati diambil dari ekstrasi biji-bijian seperti sawit, zaitun, canola, kedelai, kacang tanah, biji rami, dan biji kamis.

Di kawasan Asia Tenggara seperti Indonesia, minyak inti sawit adalah yang paling populer sebagai bahan baku utama krimer. Umumnya, menggunakan minyak sawit atau minyak kelapa yang telah melewati proses hidrogenasi (Hydrogenated Coconut Oil).

Hidrogenasi adalah proses penambahan hidrogen ke dalam cairan minyak nabati untuk mengubah tekstur minyak menjadi lebih padat, meningkatkan umur simpan, dan stabilitas untuk rasa makanan.

Minyak nabati yang melewati proses hidrogenasi sempurna (full hydrogenation) adalah lemak padat yang mengandung kadar lemak trans atau lemak jenuh sangat rendah. Ada beberapa keunggulan menggunakan minyak nabati terhidrogenasi penuh sebagai bahan baku non-dairy creamer.

– Bahan telah melewati proses hidrogenasi sempurna sehingga kadar lemak trans lebih rendah

– Dapat memberikan tekstur dan rasa krimer yang lebih gurih dan nikmat

– Meningkatkan kualitas dan menambah cita rasa produk

– Lebih rendah lemak trans sehingga lebih sehat dan aman untuk tubuh

  1. Sirup Jagung

Selain minyak atau lemak, bahan utama dari krimer adalah sirup jagung padat (corn syrup solids). Sirup jagung dihasilkan dari proses hidrolisis parsial pati jagung menggunakan asam atau enzim.

  1. Natrium Kaseinat

Natrium kaseinat atau Sodium Caseinate adalah protein turunan susu yang berfungsi sebagai pengemulsi. Selain sodium caseinate, pengemulsi pada proses pembuatan krimer bubuk juga menggunakan beberapa bahan lain seperti berikut.

– Dipotassium Phosphate

– Mono-and Diglycerides

– Sodium Aluminosilicate

– Natrium Stearoyl Lactylate

– Natrium Tripolifosfat

– Lesitin

  1. Perasa
  2. Pewarna

Proses Pembuatan Krimer Bubuk

Setidaknya ada 10 bahan yang digunakan dalam proses pembuatan krimer bubuk. Proses pembuatannya terdiri dari beberapa tahapan berikut.

1. Pencampuran

Memanaskan lemak dengan suhu tertentu untuk mempertahankan bentuk cairnya. Kemudian, dicampur dengan air dalam jumlah cukup dan dilanjutkan dengan menambahkan pengemulsi dan bahan-bahan lain.

2. Pasteurisasi

Setelah proses pencampuran, maka selanjutnya adalah pasteurisasi yaitu pemanasan menggunakan suhu di bawah 100 derajat selama beberapa waktu. Tujuannya adalah membunuh bakteri merugikan tanpa merusak protein dalam bahan campuran. Dengan pasteurisasi, makanan bisa terbebas dari organisme berbahaya dan lebih tahan lama.

3. Homogenisasi

Dilanjutkan dengan proses homogenisasi untuk membuat campuran menjadi seragam (homogen).

4. Pengeringan

Komposisi homogen yang sudah dihasilkan kemudian dikeringkan hingga kadar airnya berkurang. Biasanya dikeringkan hingga kadar airnya tersisa kurang dari 4%. Pada produk krimer bubuk, proses pengeringan dilakukan hingga didapatkan krimer dalam bentuk serbuk.

5. Pengemasan

Setelah dikeringkan, krimer dapat dikemas menggunakan teknik pengemasan yang dikehendaki. Biasanya untuk kemasan primer menggunakan plastik LLDPE dan kemasan tambahannya menggunakan paper bag.

Penggunaan Krimer Bubuk

Krimer membuat secangkir kopi menjadi lebih enak. Selain itu, krimer bubuk juga dapat digunakan pada makanan dan minuman berikut.

1. Tambahan Smoothies

Smoothies menjadi minuman yang banyak disukai karena enak dan juga sehat. Krimer dapat digunakan pada minuman smoothies sebagai alternatif pengganti susu.

Rasa smoothies akan lebih enak dengan krimer yang gurih dan manis. Krimer juga dapat menambah kekentalan pada smoothies sehingga lebih terasa nikmat.

2. Campuran Soup

Krimer dapat ditambahkan dalam resep makanan rumahan seperti soup. Cukup dengan 1-2 sendok bubuk krimer, Anda bisa mendapatkan tekstur soup yang lebih kental dan creamy. Krimer untuk campuran soup atau makanan bisa pilih yang tidak berperasa agar netral untuk rasa soup Anda.

Bubuk krimer dapat langsung dimasukan ke dalam soup tanpa harus dilarutkan dengan air terlebih dulu. Krimer bubuk ini dapat menjadi alternatif santan maupun krim yang biasa dipakai untuk campuran soup.

3. Mashed Potato

Mashed potato atau kentang tumbuk adalah hidangan yang banyak disukai karena tekstur yang lembut dan rasanya gurih. Salah satu trik untuk menciptakan rasa yang lebih creamy dari mashed potato adalah menambahkan krimer di dalamnya.

Produk ini bisa jadi alternatif pengganti susu dengan memberikan cita rasa gurih yang khas. Dengan menambahkan creamy juga membuat tekstur mashed potato lembut dan rasanya lebih stabil karena ada kandungan lemaknya.

4. Oatmeal

Oatmeal adalah salah satu pilihan menu yang sering disajikan untuk sarapan sehat dan praktis. Bagi Anda pecinta oatmeal, bisa membuat sajian yang lebih enak dan creamy dengan menambahkan bubuk krimer.

Krimer memberikan tekstur dan rasa yang lebih creamy. Dengan krimer bubuk, Anda bisa mengurangi penggunaan gula atau pemanis tambahan pada oatmeal sehingga lebih sehat.

5. French Toast

Krimer dapat digunakan untuk mengganti susu pada French toast. Tambahkan beberapa sendok bubuk krimer dan kocok dengan telur untuk dijadikan celupan.

Keunggulan krimer dibanding susu adalah tekstur krimer tidak akan membuat roti yang dicelupkan menjadi lembek. Krimer juga dapat membuat French toast terasa lebih enak.

6. Adonan Kue

Buat kue yang lebih enak dan beraroma dengan menggunakan krimer. Produk ini bisa dipertimbangkan jika Anda ingin membuat kue yang lebih kaya rasa. Bisa pilih krimer dengan perasa seperti rasa vanila agar kuenya lebih enak.

Gunakan krimer dengan takaran yang tepat agar kue dapat mengembang dan tidak keras nantinya. Krimer dapat dijadikan pengganti susu untuk memberikan rasa gurih dan aroma wangi. Kurangi penggunaan lemak cair pada adonan kue dan ganti dengan krim bubuk.

7. Minuman Teh

Kopi merupakan minuman yang paling sering menggunakan campuran krimer. Ternyata, krimer juga bisa dipakai untuk bahan tambahan dalam minuman panas lainnya seperti teh. Bisa pilih krimer tanpa perasa karena bahan ini yang paling mirip dengan susu.

Hindari krimer dengan perasa yang terlalu kuat seperti cokelat. Krimer dapat menggantikan susu pada minuman panas seperti teh. Memberikan kekentalan dan rasa yang lebih khas untuk secangkir kopi hangat. Anda bisa menikmatinya saat bersantai atau saat cuaca dingin.

Kegunaan krimer ternyata banyak, bukan? Bagi Anda yang ingin mencoba krimer untuk tambahan makanan atau minuman, bisa menggunakan produk berkualitas dari PT. Lautan Natural Krimerindo. Anda bisa mendapatkan produk bubuk krimer berkualitas tinggi dari kami di sini.

Other Product Applications…

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial