Creamer (krimer) menjadi pilihan populer sebagai bahan campuran dalam berbagai minuman, seperti kopi, teh, cokelat, hingga smoothies. Bahan pelengkap ini juga bisa ditambahkan dalam makanan untuk memberikan tekstur dan rasa yang lebih gurih.

Umumnya, terdapat dua jenis krimer yang paling sering digunakan yaitu krimer bubuk dan krimer cair. Jika Anda bingung pilih jenis krimer yang mana, berikut perbedaan keduanya yang perlu diketahui.

Apa Itu Krimer Bubuk?

Krimer bubuk adalah produk makanan yang terbuat dari padatan susu atau non susu, gula, dan bahan lain seperti minyak nabati yang terhidrogenasi. Semua bahan baku diolah dengan suhu panas tertentu dan melewati berbagai proses hingga berbentuk serbuk.

Bubuk krimer dapat larut dengan mudah dalam air panas. Lebih mudah lagi karena bisa diukur dengan sendok takar untuk mendapatkan komposisi yang pas. Krimer bubuk dapat memberikan tekstur lembut dan rasa manis pada minuman. Cocok sekali bagi Anda yang menyukai kopi manis.

Tidak perlu didinginkan setelah kemasan krimer dibuka. Pilihan sempurna untuk kedai kopi atau pelengkap dapur Anda. Produk ini juga bisa disimpan dalam toples untuk dibawa bepergian tanpa khawatir rusak atau tumpah.

Apa itu Krimer Cair?

Krimer cair adalah produk cair berbahan susu atau non susu dan campuran bahan lain seperti air, gula, minyak, dan perasa.

Anda bisa menemukan produk ini dalam berbagai varian rasa seperti vanilla, cokelat, hazelnut, dan karamel. Krimer dapat memberikan rasa dan tekstur yang lebih istimewa pada kopi dan minuman panas lainnya.

Produk ini termasuk yang paling umum sehingga mudah untuk didapatkan. Krimer cair bisa dibeli di toko, supermarket, dan juga toko online.

Perbedaan Krimer Bubuk dan Krimer Cair

Penggunaan krimer bubuk dan cair sama-sama populer terutama di kalangan pecinta kopi. Krimer bubuk berupa serbuk dengan sifatnya yang kering dan gembur.

Sedangkan krimer cair menjadi produk yang paling umum dan biasanya memiliki lebih banyak rasa. Mengetahui perbedaan krimer bubuk dan krimer cair akan membantu Anda dalam menentukan produk terbaik sesuai kebutuhan.

1. Komposisi dan Bahan

Perbedaan krimer bubuk dan krimer cair ada pada komposisi bahan yang digunakan. Perbedaan komposisi ini mempengaruhi tekstur, rasa, nutrisi, dan umur simpan produk.

Pada produk krimer cair menggunakan lebih banyak air, perasa, pemanis, penstabil, dan lemak susu atau non-susu. Krimer bubuk terbuat dari susu atau lemak nabati terhidrogenasi dengan tambahan seperti gula, minyak, dan padatan sirup jagung.

Krimer bubuk dan krimer cair memiliki rasa yang berbeda. Beberapa orang menyukai krimer cair karena mudah dibawa dan mudah dicampur. Sebagian orang lebih menyukai krimer bubuk karena kenyamanan dan rasanya yang lebih rich.

2. Kenyamanan dan Penyimpanan

Krimer bubuk lebih mudah disimpan dan dibawa. Tidak membutuhkan banyak ruang karena bisa mengambil seperlunya dan tidak tumpah. Sedangkan krimer cair lebih mudah digunakan dengan langsung dituangkan ke minuman.

Kedua produk ini memiliki umur simpan yang berbeda, jadi pilih yang paling nyaman untuk kebutuhan Anda. Krimer bubuk dapat bertahan lama bahkan berbulan-bulan di lemari dapur Anda. Kebutuhan kedai atau dapur kue, krimer bubuk ini bisa jadi pilihan yang tepat.

Namun, Anda tetap harus selalu memperhatikan label kadaluwarsa produk. Biasanya untuk krimer bubuk setelah dibuka dapat disimpan 3-6 bulan di suhu ruangan.

Sedangkan krimer cair harus disimpan dalam kondisi tertentu agar komposisi bahan di dalamnya stabil dan tidak pecah. Setelah dibuka, krimer cair harus disimpan dalam kulkas atau lemari pendingin untuk menjaga kualitasnya.

Jika krimer bubuk dapat bertahan berbulan-bulan, krimer cair yang disimpan di kulkas dapat digunakan antara 1-2 minggu ke depan. Penyimpanan krimer sebaiknya tidak di pintu kulkas tetapi di kompartemen utama. Pasalnya, di bagian pintu lebih rentan perubahan suhu ketika kulkas dibuka tutup.

3. Tekstur dan Kemampuan Pencampuran

Perbedaan kedua produk ini juga dapat dilihat dari tekstur dan kemampuan larut dalam air. Krimer cair memiliki bentuk krim dan halus yang mudah tercampur saat dimasukkan ke dalam cairan atau air, baik panas atau dingin.

Sedangkan krimer bubuk akan lebih mudah larut dalam air panas. Jenis krimer ini memiliki bentuk kering sehingga perlu pengadukan yang kuat agar dapat tercampur merata.

Non-dairy creamer (NDC) dalam bentuk bubuk dapat digunakan untuk minuman dan makanan dengan di larutan pada air hangat. Namun, untuk varian krimer cold soluble dapat dilarutkan dalam air dingin.

Krimer cair biasanya disukai karena dianggap lebih segar dan mudah untuk dicampur tanpa memerlukan rehidrasi. Sedangkan krimer bubuk memberikan tekstur yang lebih creamy dan mudah untuk diangkut atau disimpan karena berupa bubuk kering.

4. Rasa

Krimer dapat menjadi cara jitu untuk mendapatkan rasa minuman atau makanan yang lezat dan sehat. Perbedaan krimer bubuk dan krimer cair ada pada rasa yang dihadirkan.

Krimer cair umumnya memiliki varian rasa yang lebih banyak. Anda bisa menjumpai krimer cair dengan tambahan rasa seperti French vanila, cokelat, karamel, hazelnut, dan lain-lain. Produk ini sangat cocok untuk Anda yang sedang buru-buru atau ingin hasil yang cepat.

Sedangkan krimer bubuk memiliki rasa yang mampu mengurangi rasa pahit atau asam dari minuman kopi. Manisnya krimer ini menjadi pilihan untuk melembutkan rasa minuman agar lebih nyaman saat dinikmati.

Hal yang penting adalah Anda bisa menambahkan krimer sesuai takaran yang tepat agar tidak merusak rasa asli minuman atau makanan yang dibuat. Anda bisa pilih krimer bubuk tanpa perasa untuk campuran makanan dan minuman tersebut.

Pada masakan seperti soup, krimer bubuk dapat langsung dituang ke dalam soup yang masih dimasak. Krimer bubuk ini juga dapat digunakan dalam minuman kopi atau teh agar lebih kental, rasanya gurih, dan aromanya khas.

5. Kemasan dan Harga

Krimer bubuk dan krimer cair tersedia dalam berbagai pilihan kemasan. Ini tentu memudahkan konsumen untuk membeli produk krimer dengan kemasan kecil atau besar sesuai kebutuhan.

Namun, produk krimer cair biasanya memiliki kemasan yang lebih kecil. Kebanyakan untuk krimer cair yang banyak digunakan adalah kemasan kaleng atau karton kecil hingga ukuran 500 ml.

Sedangkan untuk krimer bubuk dikemas dalam kemasan yang lebih besar bahkan mencapai 25 kg. Dengan krimer yang lebih banyak ini, Anda bisa menyetok krimer untuk kebutuhan dapur atau kedai selama berbulan-bulan.

Penyimpanan krimer bubuk pun lebih praktis karena tidak harus dimasukkan dalam lemari pendingin. Krimer bubuk dapat disimpan di tempat yang kering dalam suhu ruangan di dapur Anda. Dengan kemasan yang lebih besar ini, Anda bisa mendapatkan krimer dengan harga yang lebih hemat.

Fungsi dari krimer bubuk dan krimer cair sebenarnya bisa saling menggantikan. Namun, kembali lagi ke selera dan kebutuhan masing-masing orang. Nah, jika Anda membutuhkan krimer bubuk yang berkualitas bisa dapatkan produk terbaik dari kami di sini.

Other Product Applications…

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial